Jangan Pernah Menyerah dengan Keadaan

Setelah sekian lama tidak menulis, saya mencoba membawakan cerita ini  yang saya dapat karena terinspirasi oleh teman saya,.saya harap postingan ini bermanfaat buat nya dan semua

Pada suatu zaman di Tiongkok, hiduplah seorang jenderal besar yang selalu menang dalam setiap pertempuran. Karena itulah, ia dijuluki “Sang Jenderal Penakluk ” oleh rakyat.

Suatu ketika, dalam sebuah pertempuran, ia dan pasukannya terdesak oleh pasukan lawan yang berkali lipat lebih banyak. Mereka melarikan diri, namun terangsak sampai ke pinggir jurang. Pada saat itu para prajurit Sang Jenderal menjadi putus asa dan ingin menyerah kepada musuh saja.

Sang Jenderal segera mengambil inisiatif, “Wahai seluruh pasukan, menang kalah sudah ditakdirkan oleh dewa dewa. Kita akan menanyakan kepada para dewa, apakah hari ini kita harus kalah atau akan menang.” Saya akan melakukan tos dengan keping keberuntungan ini Jika sisi gambar yang muncul, kita akan menang. Jika sisi angka yang muncul,
kita akan kalah Biarlah dewa dewa yang menentukan ” seru Sang Jenderal sambil melemparkan kepingnya untuk tos… Ternyata sisi gambar tanda kemenangan yang muncul

Keadaan itu disambut histeris oleh pasukan Sang Jenderal,  ternyata dewa dewa di pihak kita Kita sudah pasti menang ” Dengan semangat membara, bagaikan kesetanan mereka berbalik menggempur balik pasukan lawan. Akhirnya, mereka benar benar berhasil menunggang langgangkan lawan yang berlipat lipat banyaknya.

Pada senja pasca kemenangan, seorang prajurit berkata kepada Sang Jenderal, “Kemenangan kita telah ditentukan dari langit, dewa dewa begitu baik terhadap kita.”

Sang Jenderal menukas, “Apa iya sih?” sembari melemparkan keping keberuntungannya kepada prajurit itu. Si prajurit memeriksa kedua sisi keping itu, dan dia hanya bisa melongo ketika mendapati bahwa ternyata kedua sisinya adalah gambar tanda kemenangan.

Memang dalam hidup ini ada banyak hal eksternal yang tidak bisa kita ubah; banyak hal yang terjadi tidak sesuai dengan kehendak kita. Namun demikian, pada dasarnya dan pada akhirnya, kita tetap bisa mengubah pikiran atau sisi internal kita sendiri: untuk menjadi bahagia atau menjadi tidak berbahagia. Jika bahagia atau tidak bahagia diidentikkan
dengan nasib baik atau nasib buruk, jadi sebenarnya nasib kita tidaklah ditentukan oleh siapa siapa, melainkan oleh diri kita sendiri.
Iklan

Komentar ditutup.